PESANTREN KAMPUS

MA’HAD AL-JAMI’AH STAIMAFA ; INTEGRASI ILMU, IMAN DAN AMAL

Salah satu tujuan diselenggarakannya pendidikan adalah untuk “mendewasakan” manusia melalui proses belajar –mengajar. Tolok ukur kedewasaan peserta didik di sini dapat dilihat dari kematangan dalam berfikir, bersikap dan bertindak. Dengan demikian, pendidikan tidak terbatas pada meningkatkan kapasitas intelektual seseorang, melainkan membentuk manusia seutuhnya sehingga diharapkan output dan out come yang dihasilkan dari sebuah proses pendidikan dapat mentransformasikan pengetahuan yang diserapnya untuk memperbaiki masyarakat di sekitarnya. Sekedar mereview pidato mendiknas pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2010) silam, saat ini pemerintah sedang gencar-gencanrnya menerapkan “pendidikan berbasis karakter”. Hanya saja, patut diajukan sebuah pertanyaan penting; karakter seperti apa sebenarnya yang dikehendaki?
Pendidikan berbasis karakter bukanlah hal baru di lingkungan PTAI (Perguruan Tinggi Agama Islam). Hal ini dikarenakan basis keilmuan PTAI berada dalam horizon islamic studies. Hanya saja, harus diakui bahwa paradigma islamic studies yang dibangun dari tradisi intelektual positifistik Barat memposisikan agama (Islam) sebagai obyek kajian. Dalam posisinya sebagai obyek, agama disejajarkan dengan obyek lain yang harus dilihat secara obyektif-kritis dan bebas nilai (value free). Pada gilirannya banyak PTAI yang hanya memproduksi cendikiawan agamawan (baca: islamist), tetapi gagal dalam membina moralitas, baik dalam konteks personal maupun sosial.
Sedikit terlambat, kegagalan tersebut saat ini mulai disadari para penyelenggara pendidikan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan munculnya trend mengintegrasikan sistem pendidikan kampus dengan pesantren. Mengapa pesantren? Tampaknya kalangan penyelenggara pendidikan mulai menyadari bahwa sistem pendidikan pesantren yang dulu kerap dituduh secara minor, saat ini justru diakui sebagai satu-satunya sistem pendidikan yang teguh mempertahankan pembinaan moral-intelektual secara integratif.
Bagi Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA), keunggulan sistem pendidikan pesantren sudah disadari sejak awal kelahirannya (2008). Itulah sebabnya STAIMAFA mengusung visi “menjadi perguruan tinggi riset berbasis nilai pesantren”. Visi tersebut dengan jelas meneguhkan keberanian para pendirinya untuk menyelenggarakan pendidikan yang di samping memiliki bekal skill sebagai praktisi, juga memiliki standar moral tinggi; akhlaqul karimah. Untuk merealisasikan visi tersebut memang tidak mudah. Diperlukan keberanian untuk mendobrak tradisi positivistik yang selama lebih dari empat dasawarsa mengakar kuat di lingkungan PTAI. Berbagai upaya dilakukan secara maksimal, mulai dari pemilihan program studi, peyusunan kurikulum sampai pada pendirian ma’had al-jami’ah (pesantren kampus) yang sedang dalam proses pembangunan.
Keberadaan ma’had al-jami’ah di STAIMAFA dimaksudkan sebagai supporting system bagi pendidikan utama di kampus, antara keduanya berjalan bersama sebagai satu kesatuan untuk menghasilkan output yang memiliki kompetensi lengkap. Dikatakan demikian karena pendidikan yang hanya mengandalkan proses belajar mengajar di kelas, akan dihadapkan pada berbagai keterbatasan; waktu, kedalaman materi, internalisasi pengetahuan dan kesempatan belajar bersosialisasi. Oleh karenanya, ma’had al-jami’ah mestinya dilihat sebagai sebuah kesempatan emas untuk meraih “kualitas ideal” bagi mahasiswa, dan bukan “batasan” yang dapat menggerogoti kebebasan. Terlebih lagi pengelolaan ma’had al-Jami’ah dilaksanakan secara profesional dan sesuai dengan tingkat kedewasaan mahasiswa. Masuk ma’had al-jami’ah? Siapa takutt!! (By: Kang Dim)

Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s