DIREKTUR DIKTIS : “SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) PERLU DI TINJAU KEMBALI”

DIREKTUR DIKTIS : “SISTEM KREDIT SEMESTER (SKS) PERLU DI TINJAU KEMBALI”
Tanggal : 6/14/2011 9:20:00 AM Sumber : Diktis, Kementerian Agama RI

Hal ini terungkap ketika Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Prof. Dr. H. Machasin, MA membuka acara Konsultasi dan Koordinasi Program Bantuan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam. Beliau menyoroti tentang sistem kredit semester (SKS) yang membuat dosen dan mahasiswa malas. Karena dengan SKS ini dosen tidak mempunyai waktu untuk mahasiswa, sementara mahasiswa sangat membutuhkan waktu untuk berkonsultasi dan bimbingan dari dosen tentang berbagai hal. Dan juga dengan SKS ini mahasiswa kurang bisa menghabiskan energinya untuk lebih giat belajar.
Acara yang diselenggarakan oleh Subdit Sarana, Prasarana dan kemahasiswaan ini bertempat di Hotel Mega Anggrek Jakarta selama 3 hari dari tanggal 30 Mei sampai 1 Juni 2011.
Lebih lanjut Beliau mengatakan bahwa sebenarnya mahasiswa gampang di arahkan dengan catatan kita harus memahami tentang apa dan bagaimana mahasiswa tersebut. Dengan demikian mahasiswa nantinya tidak gampang terpengaruh oleh paham radikalisme yang belakangan ini sedang marak dibicarakan.
Beliau juga menyototi tentang adanya kesenjangan antara apa yang dipelajari oleh mahasiswa di bangku kuliah dengan apa yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalnya saja mata kuliah fiqh seringkali tidak menjawab permasalahan kehidupan yang semakin berkembang padahal mestinya ia harus dapat menjawab permasalahan kebangsaan yang saat ini sedang dihadapi seperti masalah korupsi, akuntabilitas kinerja pemerintah dan begitu seterusnya. Disamping itu juga buku-buku yang menjadi rujukan di perkuliahan lebih banyak buku-buku yang usianya (ditulis-red) lebih dari 100 tahun dan berasal dari timur tengah, sangat jarang kita memberikan apresiasi yang cukup baik terhadap buku-buku yang ditulis oleh anak bangsa seperti karyanya Syeik An Nawawi Al Bantani.
Sebelum mengakhiri sambutannya beliau menggarisbawahi pentingnya peran Pimpinan Perguruan Tinggi dalam proses pendampingan kegiatan mahasiswa. Menurut beliau “saat ini peran pimpinan perguruan tinggi dirasakan masih kurang”. Oleh karena itu, peran pendampingan tersebut perlu ditingkatkan volume dan kualitasnya, agar mahasiswa mampu dikontrol dan diarahkan ke hal-hal yang positif.

Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s