KESALAHAN-KESALAHAN SAAT MENGERJAKAN SKRIPSI (Reposting)

Skripsi, Siapa Takut??

KESALAHAN-KESALAHAN SAAT MENGERJAKAN SKRIPSI

Skripsi…….?? Bagi sebagian besar mahasiswa S1 skripsi menjadi momok yang menakutkan. Kuliah yang ditempuh setidaknya 3,5 tahun banyak yang molor gara-gara urusan yang satu ini. Tidak sedikit juga mahasiswa yang mengalami stress berat saat mengambil mata kuliah skripsi, sementara batas masa studi semakin mepet. Sebenarnya skripsi sama saja dengan matakuliah yang lain. Bedanya terletak pada bobot SKSnya yang lebih banyak dan sifatnya yang menuntut kemandirian mahasiswa. Meskipun demikian, tingkat kesulitan skripsi sejauh ini justru diakibatkan oleh beberapa kesalahan yang dilakukan mahasiswa sendiri. Berikut di antara kesalahan-kesalahan itu:

  1. Berfikir bahwa skripsi itu sulit. Siapa sih yang tidak pernah berfikir seperti ini? Apalagi seringkali pengalaman pahit mahasiswa senior tentang skripsi lebih sering kita dengar ketimbang cerita mudah tentang skripsi. Tapi sebenarnya skripsi sudah memiliki struktur, metode dan model yang jelas. Kesulitan itu tidak akan terlalu dirasakan jika mahasiswa mengikuti petujuk yang ada di buku-buku panduan penulisan skripsi. Kesalahan kebanyakan mahasiswa pada saat menyusun skripsi adalah kurang memperhatikan panduan yang ada dan lebih mengikuti pendapat seniornya atau melihat langsung skripsi yang sudah jadi. Akibatnya alur logika skripsi tidak bisa ditangkap dengan benar.
  2. Meremehkan. Bagi sebagian mahasiswa skripsi justru dianggap sepele. Sikap over pede ini biasanya melanda mahasiswa yang terglong “cerdas”. Tapi perlu diingat, secerdas apapun mahasiswa tetap saja harus mengikuti kaidah-kaidah baku dalam penulisan skripsi. Jadi mahasiswa tidak boleh menulis skripsi hanya menuruti logikanya sendiri. Penting juga dicatat, banyak yang gagal dalam studi gara-gara meremehkan skripsi.
  3. Terlalu idealis. Ini juga sering dialami mahasiswa pintar, trelebih yang kutu buku. Mahasiswa jenis ini sering tidak merasa puas jika hanya mengerjakan skripsi “ala kadarnya”. Maka tema yang diangkatpun seideal mungkin. Tapi ingat, skripsi yang baik bukanlah skripsi yang ideal, tapi skripsi yang selesai dikerjakan. Jadi dalam memilih tema, sebaiknya memulai dari pertimbangan yang sederhana, “yang paling diminati”. Setelah itu baru memikirkan batasan-batasan ilmiah dan metodologis.
  4. Mencari sumber data langsung dari internet. Saat ini internet menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan mahasiswa. Teknologi yang satu ini memang telah memberikan banyak kemudahan mengakses informasi, termasuk pada saat menyusun skripsi. Hati-hati, internet bukanlah sumber yang baik dalam menyusun skripsi. Banyak tulisan yang belum teruji validitasnya, kualitasnya dan penulisnya bercampur aduk dengan tulisan yang benar-benar berkualitas. Karena itu internet mestinya jangan dijadikan sumber utama. Jikapun mengutip sumber dari internet, mesti dipastikan dulu siapa penulisnya, bagaimana data yang dipaparkan dan seterusnya. Cara-cara konvensional dengan membaca buku di perpustakaan tetap lebih baik untuk urusan skripsi ini.
  5. Terlalu bergantung pada pembimbing. Apa yang anda bayangkan tentang pembimbing skripsi? Sibuk, killer, kurang peduli, tidak member solusi? Penting diingat, keberhasilan skripsi tidak tergantung pada pembimbing, tapi pada mahasiswa itu sendiri. Pembimbing hanya pihak yang diberi kewenangan memberikan masukan-masukan metodologis maupun substantif. Jika kebetulan anda menemukan pembimbing seperti di atas, jangan ambil pusing. Terus saja kerjakan skripsi. Kalau perlu jadikan pembimbing sebagai legitimator skripsi anda, cukup minta tanda tangan dan acc. Lagi pula pembimbing tidak punya hak memaksakan idenya agar diikuti mahasiswa. Meskipun demikian, pandai-pandailah “berdamai” dengan pembimbing. Bagaimanapun mereka punya kewenangan menentukan “nasib” skripsi yang anda kerjakan.
  6. Tidak mau berdiskusi dengan teman. Salah besar kalau ada yang berdikir bisa mengerjakan skripsi tanpa bantuan siapapun. Diskusi ringan tentang topic skripsi yang sedang kita kerjakan dengan teman sesame mahasiswa tetap sangat penting. Siapa tahu ada persepsi beda atau informasi penting yang kita tidak tahu. Cuma, mesti pandai-pandai memilih teman diskusi. Pilih teman yang kira-kira memiliki wawasan cukup tentang informasi yang anda butuhkan.

OK..! Itu semua yang di atas sekedar catatan kecil berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Yang terpenting siapkan dari sekarang apa tema yang akan anda angkat menjadi skripsi, sejauhmana kemampuan anda, kapan target akan selesai dan tidak kalah penting, berapa biaya yang mesti disiapkan. Good luck!

Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s