PROSEDUR MUTASI SIM

PROSEDUR MUTASI SIM

SIM (Surat Izin Mengemudi) sangat penting bagi hampir semua orang. Sebab untuk menunjang mobilitas yang kian meningkat, kendaraan bermotor saat ini sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok. Sesuai dengan Undang-undang Transportasi, setiap pengedara kendaraan bermotor (mobil atau sepeda motor) diwajibkan memiliki SIM. SIM diperlukan bukti sah bahwa pemiliknya memiliki kemampuan berkendara dengan baik dan memahami segala aturan yang berkaitan. Itu sebabnya untuk memperoleh SIM kita mesti mengikuti serangkaian ujian, tertulis maupun praktik (meskipun kenyataannya agak beda he he)
Permasalahan timbul manakala kita harus pidah domisili, sementara SIM yang kita miliki masih mencantumkan domisili lama. Ada dua cara untuk mengatasinya, yaitu cari SIM baru di tempat domisili baru, atau mutasi ke domisili yang baru.
Jika kita lebih memilih mutasi, maka beberapa prosedur berikut harus diikuti:
1. Pencabutan berkas SIM lama dari tempat domisili lama. Syarat dan prosedur cukup mudah; Siapkan dulu foto kopi SIM lama dan Kartu Identitas terbaru (yang mencantumkan alamat baru), lalu bawa ke kator POLRES sesuai alamat lama. Langsung saja menuju bagian pemberkasan dan sampaikan ingin mencabut berkas atau mutasi ke daerah lain (sebutkan). Tunggu proses sekitar 15 menit, selesai. Anda akan mendapatkan berkas mutasi. Proses ini sebenarnya gratis, tapi di tempat tertentu minta sumbangan sukarela (di POLRES Sleman Rp. 5.000 cukup, murah meriah).
2. Semua berkas yang diterima dari POLRES alamat asal dibawa ke kantor POLRES tujuan mutasi. Jangan lupa, sebelumnya anda harus tes kesehatan di puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk. Setelah itu, berkas plus surat keterangan sehat dimasukkan di loket pendaftaran. Tunggu prosesnya.
Setelah masuk di loket pendaftaran, anda akan dipanggil untuk mendapatkan formulir (isi dengan cermat), lalu masukkan beserta sejumlah biaya yang ditentukan. Selesai proses ini anda akan mendapat nomor urut untuk pengambilan gambar (foto), tunggu sampai dipanggil.
Setelah pengambilan gambar, tinggal menunggu penyerahan SIM yang baru, selesai. Proses ini membutuhkan waktu 2-3 jam, tergantung jumlah antrean.
Biaya-biaya: *)
– Tes Kesehatan : RP. 20.000
– Biaya pembuatan SIM : Rp. 75.000 (SIM C)
– Sumbangan PMI : Rp. 3.000
– Dompet SIM : Rp. 10.000
*) sangat mungkin terjadi perbedaan
3. Catatan penting:
a. Prosedur dan biaya-biaya di atas adalah standar yang umumberlaku saat mengurus SIM sendiri, tidak melalui calo. Jika melalui calo biasanya biaya mencapai 2 kali lipat.
b. Catatan penting lain: perhatikan urutan antrean. Seperti yang saya alami, sering dijumpai beberapa orang yang mengurus SIM melalui calo (baik calo luar maupun dalam) lebih diprioritaskan. Kalau terjadi, resikonya jelas, anda yang mengurus sendiri akan antre lebih lama. Saran saya (seperti yang saya lakukan): jika ada indikasi banyak “orang bawaan” seperti itu, jangan sungkan-sungkan dan jangan takut untuk “menerobos” antrean dan langsung masuk ke ruang foto untuk minta diproses. Jangan lupa pastikan pada petugas bahwa data anda telah diinput. Sekali lagi jangan takut. Kalau anda berani melakukan hal ini, sebagaimana yang saya alami, anda akan mendapat keuntungan ganda: 1. Waktu lebih singkat; 2. Biaya lebih ringan, sesuai tarif resmi.
SELAMAT MENCOBA, INGAT: Orang yang lihai berkendara belum tentu mampu berlalu lintas….!!

4 pemikiran pada “PROSEDUR MUTASI SIM

Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s