BU MENTERI, JANGAN-JANGAN SAYA JUGA UNREGISTERED PEOPLE….!!

nestapa si miskin

BU MENTERI, JANGAN-JANGAN SAYA JUGA UNREGISTERED PEOPLE….!!

Rasanya miris, pagi tadi menyaksikan tayangan di sebuah TV swasta tentang meninggalnya seorang nenek yang hidup sebatangkara. Sekilas dari berita yang saya simak, nenek tersebut berasal dari Solo dan sudah lama mendiami sebuah gubug di tepian rel kereta api. Bertahun-tahun ia hidup tanpa saudara dan menggantungkan uluraan tangan iba tetangga, sesama pendatang haram, hanya sekedar untuk bertahan hidup. “Lhoh kok bisa..?!” (Terlintas Tanya di benak). Bukannya ada program BLT, KIH, KIS dan lain-lain. Bukannya si nenek hidup di Jakarta?? Bukannya si nenek termasuk kelompok warga yang setiap kali disorot kamera masuk tayangan TV pada program-program yang menjual kesedihan?? Secara rutin para caleg, calon Gubernur, Calon Walikota bahkan Calon Presiden sering blusukan ke daerah seperti itu..???

Ooo…alah…!! Ternyata Ini loh jawabannya. Menurut penjelasan (atau penyesatan) Ibu menteri yang ngurus soal sosial, si nenek tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), jadi tidak masuk dalam daftar warga Jakarta, tidak punya KTP….., yang artinya dia termasuk unregistered people. Artinya nenek itu kehilangan haknya untuk mendapat layanan sosial…!

Dengan gaya bicaranya yang sangat intelek, si Ibu menteri mengemukakan banyak alasan lagi yang tentu saja sangat logis dan ilmiah, kenapa warga yang unregistered tidak dapat menikmati berbagai fasilitas jaminan sosial yang disediakan pemerintah. Aku manggut-manggut saja menyaksikan kecerdasan si Ibu menteri. Sangat masuk akal…

Sesaat kemudian Ibu menteri juga menyuguhkan simpatinya dengan mengataka: “ Saya (sudah) akan meminta kepada semua Kepala Desa dan Lurah dan juga (sudah) akan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri untuk menyiapkan system finger print untuk memudahkan layanan bagi warga yang (sekali lagi) unregistered seperti si nenek”. Hemm, semakin terlihat si ibu menteri berwawasan modern….!!!

Tapi kemudian dengan otak saya yang dangkal saya berfikir; Bukannya si nenek sudah terlanjur meninggal….!!! Apa perlunya penjelasan ndakik-ndakik bu Menteri. Apa bisa dia hidup lagi dan menjadi sejahtera dengan teknologi finger print yang mungkin terlalu canggih untuk orang seperti si nenek dan yang baru akan ibu siapkan!!! Apakah si nenek satu-satunya orang berada dalam kondisi seperti itu…!!! Sepertinya tidak. Di daerah saya yang terpencil saja banyak warga yang setiap hari harus berjuang melawan deadline waktu kematian. Di perempatan kota-kota kecil bahkan tiap hari puluhan orang yang mungkin juga unregistered bermandi peluh menengadahkan tangan sekedar mengharap ada sekeping koin yang dapat digunakan mengisi perut yang kosong…!! Berapa banyak lagi di sana dan di sini warga yang sangat mungkin tidak sempat lagi berfikir tentang harga diri, apalagi cita-cita dan mimpi, karena sibuk memenuhi hajat dasarnya…!!

Sebenarnya saya sadar tidak ada gunanya lagi meratapi kematian si nenek. Toh, tuhan punya ketentuan mengatur hidup dan mati setiap orang. Tetapi setidaknya, kalaupun hendak membuat alasan dan penjelasan, apalagi disorot media TV nasional, yang lebih masuk nalar orang awam. Bilang apa saja kek yang tidak menambah sakit perasaan orang-orang yang unregistered seperti si nenek (jangan-jangan saya juga). Bilang saja misalnya: “Saya minta maaf karena program-program jaminan sosial dari pemerintah belum mampu menjangkau semua warga”. Maaf bu Menteri, bukan menggurui, sekedar usul..

Tapi ya sudahlah, mungkin itulah DNA para pejabat di negeri ini. Lebih sering lupa tanggungjawab ketimbang hak dan martabat. Lebih semangat berdebat di studio TV ketimbang memikirkan masalah unregistered people….!!

Sejurus kemudian saya memencet tombol remote ke channel TV lain. Dalam tayangan tersiar beberapa polisi berjibaku menyelematkan imigran gelap dari Afrika yang terkatung-katung di perahu mereka. Dengan sigap satu per satu imigran gelap itu dipindahkan ke kapal dan diberi selimut, makan dan obat-obatan. Lhoh…. Bukannya mereka juga unregistered people seperti si nenek…?? Kok dilayani begitu cepat. Oalaaah…. Ternyata itu cerita di negeri kafir sana…!!!

Satu pemikiran pada “BU MENTERI, JANGAN-JANGAN SAYA JUGA UNREGISTERED PEOPLE….!!

  1. Karena udah kejadian dan biar gak terulang lagi kan makanya si ibu menteri bikin evaluasi bakal pake finger print, dan biar bisa mencakup lebih detail, gak bakal ada pemalsuan. Suka sih sama kritisnya, cukup membangun. Tapi kok makin menjatuhkan ya? Skeptis gitu. Paling engga doakan si nenek dan warga lainnya di Indonesia tercinta kita ini supaya bisa hidup lebih baik dan pejabat nya di bekali dan diingatkan terus akan tugas yg di emban. Di dukung. Bukan di jatuhkan.

Terimakasih atas kunjungan dan komentar anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s